Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5. Pengembangan kepribadian – pengetahuan untuk sekretaris

Pengembangan kepribadian – pengetahuan untuk sekretaris


Semakin tingginya persaingan profesionalisme di lapangan bisnis modern, menuntut kepribadian sekretaris yang mantap disertai dengan rasa percaya diri yang tinggi. Selain itu, masih diperlukan kemampuan berinteraksi antarindividu dalam kelompok serta efektif dan berkomunikasi dengan baik.
Pengembangan diri adalah suatu usaha individu agar mampu memahami diri sendiri mengenai minat, hasrat, kemapuan dan rencana untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu setiap individu perlu menyadari dan memahami bahwa ia bertanggung jawab atas perkembangan pribadinya. Dalam proses pengembangan kepribadiannya, meliputi proses penemuan diri danberfungsi sebagai keseluruhannya, mewujudkan dirinya dan mengembangkan perilaku agar mampu berperan serta secara aktif dalam masyarakat. 

Seorang sekretaris perlu mengetahui kriteria umum untuk menetapkan pengembangan kematangan kepribadiannya antara lain:

1. Kemampuan untuk mengaktualisasikan dirinya agar bisa mandiri. Seseorang yang sudah matang kepribadiannya tidak lagi berpusat pada dirinya sendiri, melainkan dapat mengarahkan perhatian dan usaha-usahanya untuk kepentingan orang lain. Ia memiliki kemampuan untuk mengadakan hubungan secara akrab dengan bersedia menerima apa adanya.

2. Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara obyektif, sehingga dapat memahami dan mengenali dirinya sendiri sebagaimana adanya. Di samping itu tercakup pula pemilikan rasa humor, yaitu kemampuan untuk menertawakan diri sendiri.

3. Memiliki pandangan hidup yang dapat membawa tindakannya ke suatu arah tertentu. Dengan pandangan hidup ini, ia akan mampu menentukan sikap apakah sesuatu itu berharga atau tidak, patut ataupun tidak untuk dikerjakan dalam hidup ini.

4. Menghargai orang lain karena memiliki perasaan dasar untuk memberi perhatian kemanusiaan.

5. Mampu membedakan alat dan tujuan, dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dalam rangka pengayaan ilmu pengetahuan.

6. Memiliki humor yang filsafati, artinya humornya spontan tanpa harus menyakiti hati orang lain. Di samping itu selalu berorientasi pada kepentingan bersama bukan pada diri sendiri.

Dari berbagai uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang disebut matang pribadinya, bila mengahadapi permasalahan bersikap realistis dan berorientasi terhadap pemecahan masalah. Terhadap orang lain bersikap terbuka, mau menerima apa adanya dan tidak mementingkan diri sendiri serta mengakui has asasi orang lain.

Kepribadian adalah suatu organ yang dinamis dalam diri individu yang sistem psikofisiknya menentukan karakteristik, perilaku dancara berpikir seseorang. Kepribadian adalah suatu keadaan dalam diri seseorang yang menentukan bagaimana penampilannya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

Ada tiga faktor yang menentukan perkembangan kepribadian.

1. Faktor bawaan genetik yang menentukan ciri fisik primer misalnya warna mata, kulit dan rambut. Selain itu juga adanya kecenderungan-kecenderungan dasar, misalnya kepekaan, penyesuaian diri dan kecermatan.

2. Faktor lingkungan seperti sekolah, keluarga, lingkungan sosial tempat tinggal, budaya, adat istiadat, teman sepermainan, guru.

3. Interaksi antara bawaan dan lingkungan, yang dapat menyebabkan timbulnya perasaan “Aku”dalam diri seseorang. Konsep diri individu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, ,antara lain: harapan dari orang tua; keadaan fisik seseorang; sikap anggota keluarga; agama dan kepercayaan; pengaruh media masa; kesempatan untuk menempuh pendidikan; tuntutan sekolah; kematangan biologis; pengaruh dan pendapat teman sebaya; keadaan ekonomi keluarga; masalah keluarga dan sikap teman sebaya.

Posting Komentar untuk "5. Pengembangan kepribadian – pengetahuan untuk sekretaris"